Mitra Edukasi Budaya

Home » Uncategorized » Minum Teh?

Minum Teh?

teh-pociTeh. Siapa yang tidak kenal dengan minuman bernama teh? Dengan menjamurnya kafe-kafe sekarang, kita mengenal berbagai macam teh, seperti teh earl grey, darjeeling, dan sebagainya. Ada juga yang dikenal dengan teh tarik yang berasal dari Malaysia. Di beberapa negara, seperti di Jepang dan Korea Selatan, ada upacara minum teh yang nilainya sakral. Di negara-negara Eropa, ada yang disebut sebagai waktu minum teh, yaitu biasanya ketika sore hari. Bagaimana dengan di Indonesia?

Di Indonesia, tradisi minum teh dapat dikatakan berbeda dengan negara-negara yang telah disebutkan. Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, seperti faktor iklim. Tapi kita tetap mengenal keberadaan teh sejak zaman dahulu. Perkebunan-perkebunan teh pun sudah ada ketika zaman penjajahan Belanda hingga sekarang. Dimulai ketika teh dibawa masuk ke Indonesia pada tahun 1684 dan kemudian dijadikan salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat ketika pemberlakuan politik tanam paksa.

Salah satu teh yang terkenal adalah teh poci, yaitu teh yang diseduh di dalam poci atau cerek kecil dari tanah liat. Biasanya teh ini ditambah dengan gula batu. Teh poci dikenal di daerah Jawa Tengah, seperti Tegal, Slawi, Brebes, dan Pemalang. Teh yang digunakan adalah jenis teh hijau melati yang mempunyai aroma yang khas. Penggunaan poci dalam menyeduh teh pun punya keunikan tersendiri, yaitu poci yang digunakan biasanya tidak pernah dicuci tetapi cukup dibuang saja sisa tehnya. Hal ini dikarenakan kerak sisa teh tadi dipercaya dapat menambah cita rasa dan aroma teh poci semakin enak. Selain teh poci, kita juga sekarang mengenal teh celup yang praktis, karena tinggal mencelupkan kantong celup ke dalam air panas. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda salah seorang yang menyukai teh?


1 Comment

  1. fitraldy says:

    Budaya minum teh ada dari berbagai negara, sayangnya kadang kita terlalu menyayangi budaya yang ada, padahal kadang juga budaya tersebut merupakan kondisi sejarah lalu yang secara tidak langsung menunjukkan superioritas bangsa lain yang mengontrol kondisi sosial bangsa yang inferior pada waktu itu. Budaya Minum Teh Poci, yang dikenal dengan NASGITEL, atau Panas Legi Kental, kalau ditelusuri lebih lanjut merupakan budaya masyarakat daerah pesisir utara jawa tengah dari buruh2 perkebunan teh yang boleh atau hanya mendapatkan teh-teh nonkwalitas, dan untuk lebih kerennya mereka/pedagang menambah aroma melati dari kuncup melati. Mestinya kita dapat belajar dari bangsa Jepang dan Cina (yang saya ketahui), yang menunjukkan budaya minum teh dengan teh2 berkwalitas, Apalagi sekarang telah terbukti bahwa teh2 berkwalitas baik untuk kesehatan atau sebagai minuman fungsional yang murah. Karena kita secara tidak langsung telah terindoktrinasi bahwa Teh Poci yang enak adalah yang Nasgitel, kalau perlu sangat manis atau sangat kentel (hitam), padahal meminum teh dengan banyak gula dan penyeduhan terlalu pahit akan mengakibatkan tidak baik untuk tubuh tentunya tidak baik bagi kesehatan, hingga di masyarakat masih banyak polemik tentang keburukan minum teh (teh yang mana?). Sayangnya saya belum menemukan penelitian dari peneliti teh di Indonesia yang meneliti Teh Poci yang Nasgitel apa baik untuk kesehatan atau tidak. Mudah2an dengan berjalannya waktu dan kampanye Teh Indonesia (via Pecinta Teh tentunya), minum Teh Poci tidak hanya Nasgitel tetapi NASHATGER…. (Panas Sehat Seger)

    Salam Ngeteh
    Kolektor Teh Nusantara
    Fitraldy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2013
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: