Mitra Edukasi Budaya

Home » Uncategorized » Siapa Bilang Jamu itu Pahit?

Siapa Bilang Jamu itu Pahit?

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Jonge_vrouw_die_terugkomt_van_de_markt_met_koopwaar_op_de_rug_TMnr_10005196Kebanyakan masyarakat berpikiran bahwa jamu adalah obat tradisional dengan rasa yang pahit, sehingga masyarakat cenderung memilih untuk meminum obat modern yang mengandung bahan-bahan kimia dikarenakan lebih praktis dan tidak perlu merasakan rasa pahit seperti ketika meminum jamu. Namun pikiran seperti ini harus didekonstruksi dan ditanamkan pemahaman baru bahwa jamu tidak selalu memiliki rasa pahit, jamu pun dapat dinikmati dengan berbagai macam cara dan rasa yang dapat memanjakan lidah anda.

Seiring dengan kemajuan teknologi, beberapa perusahaan jamu di Indonesia telah memanfaatkan teknologi modern untuk memodifikasi jamu menjadi suatu bentuk yang lebih praktis, menghilangkan rasa pahit namun tetap mempertahankan unsur-unsur herbal dalam jamu.

Upaya untuk mendekonstruksi pola pikir ini telah dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM yaitu dengan memodifikasi aneka herbal untuk membuat jamu dengan es krim[1]. Inovasi ini merupakan terobosan yang harus dimanfaatkan untuk melestarikan budaya tradisional sekaligus menjadikannya sebagai peluang tumbuh bagi industri ekonomi kreatif di Indonesia.

Herbatic (es krim jamu) mengganti bahan dasar es krim yang umumnya menggunakan lemak hewani seperti susu sapi dengan sari kacang merah yang kemudian dikombinasikan dengan jamu-jamuan, oleh karena itu es krim ini cocok bagi pengidap diabetes, orang yang alergi susu sapi, vegetarian, penggemar jamu serta orang yang ingin melakukan diet rendah lemak. Kacang merah dan jamu-jamuan mengandung indeks glikemik yang sangat rendah yaitu 22 – 32 sehingga aman untuk penderita diabetes karena tidak membuat gula darah cepat naik.

Selain es krim jamu, masih banyak lagi hasil inovasi lainnya seperti roti kering jahe, permen jamu, dll. Roti kering jahe merupakan makanan sehat yang terbuat dari Zingiber Officinale dalam bahasa latin atau lebih familiar dikenal dengan jahe. Mengkonsumsi jahe secara tradisional tidak banyak orang suka karena rasa pedas ketika memakannya, oleh karena itu dengan mengolahnya menjadi makanan kering orang akan bisa mengkonsumsi “roti jamu” dengan lebih mudah. Nah, ternyata jamu tidak selamanya pahit kan? Dengan mengkombinasikannya bersama ilmu pengetahuan dan teknologi, kini jamu tidak hanya sekedar ramuan herbal yang menyehatkan, tetapi juga nikmat di lidah anda J


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2013
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: